PENGALAMAN WALK INTERVIEW PRAMUGARA GARUDA 22 APRIL 2017
Hai guys....nama ku Putra, kali ini aku akan menceritakan pengalamanku ikut walk interview cabin crew garuda di duri kosambi jakarta barat pada 22 april 2017. Sebelumnya aku akan menceritakan profilku, aku asal Medan, sumut dan latar pendidikan sastra jepang dari sebuah kampus negeri. Jadi, aku dapat informasi lowongan ini dari temanku, Rizky. pertengahan maret 2017 kemarin. Dia bilang garuda buka lowongan pramugara pada awal april. Aku antusias dan segera mengecek infonya di website karir garuda, namun tidak kutemukan ada iklan lowongan pramugara, aku teringat website garuda indonesia training center dan saat ku cek memang ada. Aku kemudian registrasi esok lusa, jadi yang harus dipersiapkan adalah scan foto postcard, selebihnya mengisi biodata. Jika HRD tertarik dengan profil kita, maka Kita akan diundang ke GITC ( garuda indonesia training center ) jakarta tanggal 22 april.
Alhamdulilah 3 hari kemudian aku mendapat email balasan dari GITC. Aku disuruh mempersiapkan sejumlah berkas diantaranya pasfoto 3x4, pasfoto postcard, SKCK, fotocopy akta kelahiran, fotocopy kartu keluarga, fotocopy ijazah terakhir dan CV. Cukup ribet mempersiapkan beberapa berkas, bahkan mengurus SKCK aku harus menempuh jarak 2 jam ke kabupaten. Nah...singkatnya selama sebulan aku mempersiapkan diri baik fisik dan mental. Tiap sore aku jogging di halaman belakang, dan aku juga berlatih menjawab interview didepan cermin. Aku juga mencari info tips lulus dari blog pramugari dan forum pramugari. Itu sangat membantu. Sayangnya hampir tidak ada yang menulis pengalaman dari sudut pandang pramugara. Jadi dengan dasar itulah aku membuat blog ini. haha...
Tanggal 17 april 2017, aku berangkat ke Jakarta untuk menghadiri interview yang akan menentukan nasibku kelak. Aku sengaja berangkat jauh-jauh hari karena aku ‘buta’ dengan daerah jakarta barat. Aku kemudian menumpang pesawat berlogo singa yang berangkat jam 4 sore dari medan. Sewaktu boarding aku disambut oleh seorang pramugari berambut pendek berwajah tirus dan manis. Aku membayangkan kelak bisa berada didepan pintu menyambut penumpang seperti doi. Semoga...
Tanggal 18 april 2017, aku berangkat dari rumah tanteku dikawasan blok M menuju duri kosambi jakarta barat. Aku menumpang bus trans jakarta, transit di harmoni dan menyambung bus rute kalideres. Turun di halte rawa buaya. Dari situ naik angkot warna putih tujuan duri kosambi. Cukup panjang juga perjalananku. Setiba di depan kantor GITC, aku menghampiri security dan menanyakan kapan sebaiknya aku datang sabtu lusa, beliau menyarankan aku harus datang jam 7 pagi biar dapat nomor antrian awal. Aku kemudian pamit dan melihat gedung GITC saksama, aku membayangkan sabtu lusa pasti ramai. Disaat aku sedang bengong seorang pramugari citilink lewat disebelahku. Dia menyapaku ramah.
Saya : “ mbak...baru pulang training ? “
Doi : “ iya...mas mau interview sabtu...? “
Saya : “ iya mbak...kok tahu...? “
Doi : “ feeling aja sih mas....6 bulan lalu saya juga mencari lokasi GITC ini, berdiri dari sebrang jalan ini... dan berharap bisa mengenakan seragam kaya’ mbak-mbak itu...dan sekarang alhamdulilah mas sekarang saya bisa memakai seragam yang sama.....oh ya..mas siapa namanya ? ”,
Saya : “ Putra..”
Doi : “ Carissa....”,
Saya : “ oh...jadi apa nih mbak...tips biar lulus...? “
Carissa : “ tetep optimis mas, dibawa santai, jangan minder waktu interview sekalipun kandidatnya ratusan, serta bersikap ramahlah pada sesama kandidat, dan perbanyak senyum ”
“ oh...makasih ya mbak...”
Mbak Carissa kemudian pamit berlalu menuju sebuah rumah kost. Aku menjadi bersemangat mengikuti test interview lusa. Oh ya...sebelum pulang aku mencari tempat kostan di sebrang GITC, aku berencana indekost di malam sabtu agar tidak telat datang di hari H.
SABTU, 22 APRIL 2017
Pagi ini merupakan hari bersejarah buatku karena aku akan mengikuti interview pramugara di garuda. Aku tak pernah menyangka bisa sampai kesini, bisa berada di duri kosambi, markas calon pilot & pramugara/i garuda serta citilink. Apapun itu aku sudah terima segala konsekwensinya. aku sebelum meninggalkan kostan beberapa kali mematut diriku didepan cermin. Aku merasa kurang pede. Tapi aku harus optimis. Aku tiba di halaman gedung auditorium GITC jam 07:15. Suasana sudah cukup ramai. Aku perhatikan mereka semua tampak unik dengan performa masing-masing. Aku beberapa kali menangkap beberapa orang yang punya potensi lulus. Sewaktu melihat tampangnya, duh..wajah indonesia banget, badan proposional dan senyum tulus, tapi banyak pula yang jutek, bedak ketebelan dan salah kostum..... Duh...aku kok nyinyir gini..nggak ding..aku Cuma mengambil sudut pandang seorang HRD. Aku juga tak luput dari kekurangan kok....tapi seperti yang pernah diceritakan pramugari kenalanku, bahwa kandidat yang lulus biasanya tidak pernah kita bayangkan bakal lulus.
Selama 2 jam aku menunggu, aku berkenalan dengan beberapa orang, diantaranya Fadly dari padang, jack dari Medan, Aska dari bogor, raffy dari jogya, dan banyak lagi. dan sekitar jam 9 tepat, pihak security garuda membagikan nomor antrian. Sebelumnya bapak direksi memberikan wejangan. Para kandidat disuruh berbaris mengambil nomor, dan aku mendapatkan nomor 73. Kemudian setelah dibagikan nomor, para peserta disuruh menunggu. Selanjutnya tiap kelompok terdiri dari nomor urut 1 sampai 10 dipanggil untuk pengukuran tinggi & berat dilanjutkan test penampilan. Aku menunggu dengan tenang, sedikit nervous sih...
30 menit kemudian.....
“ nomor urut 71 sampe 80...silahkan...”, teriak bapak security pakai mic memecah lamunanku.
Aku kemudian melangkah pasti memasuki ruangan sambil tersenyum optimis. pertama-tama Berkas kita khususnya fotocopy KTP diperiksa. Mungkin dicocokkan dengan database undangan peserta. Disini panitianya terkesan santai, ramah dan nggak sekiller yang aku bayangkan. Usai didata, aku disuruh ukur tinggi badan dan berat badan, yang mengukur ibu HRD nya. Diukur pakai alat gitu. Tinggi badanku....degg.....tinggi badanku ternyata Cuma 164,5 cm, duhhh....failed nih...dan berat badanku 56 kg. Aku lantas disuruh ngasih hasilnya sama mas HRD nya. Dan wajahnya langsung murung sewaktu mencocokkan hasil ku dengan standar body index mereka.
“ maaf ya mas...berat badannya kurang mencukupi....pintu keluar sebelah kanan...”, ujarnya datar tapi bagai petir disiang bolong. Rasanya langit runtuh dan terjadi gempa 9 skala richter di jiwaku.
Aku yang langsung lunglai lantas minta diukur ulang, ibu HRD nya dengan tatapan sedih berbaik hati mengulang pengukuran padaku. dan ternyata tinggiku yang 164,5 cm sebenarnya udah memenuhi standar. Tapi berat badanku kurang 3 kg.seharusnya beratku 59 kg. Duh....tau gitu sebulan ini aku banyak makan..wkwk...
Saat aku mengintip ke dalam aula sewaktu melangkah keluar, kulihat ada sekitar 5 orang yang lolos tahap seleksi pengukuran tinggi dan berat badan. Itu artinya dari 75 orang pertama, hanya 5-8 orang yang lolos test pengukuran proposional sesuai standar garuda...? ckck...
Aku menghampiri mas-mas di pintu keluar. Kebanyakan yang gagal karena kekurangan/kelebihan berat badan. Kalau tinggi badan sih 160 cm dilolosin... Ya...perkiraanku ada sekitar 100 orang yang lulus tahap awal ini, jika lulus membayar 250.000 untuk test bahasa inggris dan psikotest. Kalau lolos...selamat...itu artinya 50% jalan kesuksesan terbuka. Karena usai itu ada wawancara background check sama intelijen garuda. Jadi kalau mau jadi pramugara kita harus bebas dari kriminal dsb.
Nah...abis itu ada test kompetensi dengan psikolog ( disini ditanya soal pengalaman kerja, motivasi jadi pramugara, kenapa pilih garuda ) persiapin diri deh dan banyak browsing serta jangan bohong, karena nanti ketahuan. Itu saran mbak mugari kenalanku. Nah..kalau selesai wawancara kompetensi, baru deh pantukhir, alias pantauan akhir, kita disini akan mengenakan seragam garuda tapi dilarang keras ya buat selfie, kan belum sah...jadi disini kita akan diwawancara sama jajaran direksi garuda...jadi disini persiapin deh bahasa inggris kamu serta harus relax....karena disini juga berlaku sistem gugur. Nah...seandainya lulus pantukhir...selamat...kamu tinggal 85% lagi menuju tahap akhir. Karena selanjutnya adalah test Medex alias test kesehatan. Kabarnya sih semua di cek mulai dari darah, struktur tulang, gigi dsb. Jadi persiapkan badan sesehat mungkin. Jika lulus..selamat...itu artinya 99% kalian telah diterima. Kenapa 99% ? karena sebenarnya kalian akan menghadapi tahapan diklat training yang berat selama 1 bulan, selanjutnya tahapan ground traning garuda 1bulan. Kemudian flight training 1 bulan. Sewaktu diklat akan dikenakan biaya pendidikan. Besarnya biaya nanti dijelaskan HRD.
Nah...yang pasti perjuangan menjadi pramugara di garuda cukup susah. Disini semua aspek dinilai, kalau tampang menarik belum tentu lulus, tampang pas-pasan juga jangan minder. Karena pihak garuda nggak hanya nilai ‘cover’ tapi juga kepribadian, kemampuan, pengalaman dan banyak hal lainnya. Jadi jangan takut ya buat ngelamar...kalaupun gagal dicoba aja terus...banyak lho mbak dan mas garuda yang gagal berkali-kali baru keterima, jadi sebagai pemula jangan patah semangat. Oh ya...sepertinya aku nulis demikian buat reminded diri sendiri deh..wkwkwk...aku ngetik ini jam 12 siang seusai pulang ke kostan. Rasanya masih lemes dan capek banget. Mau makan aja males. Ini sih bukan karena nggak lulus..tapi karena makanan disini nggak seenak makanan sumatera..haha...
Jadi demikian pengalamanku. Sakit banget rasanya gagal...tapi setidaknya kita tahu celah kekurangan kita dimana. Aku berharap dapat lulus di seleksi mendatang.
Ada yang punya kisah serupa? Atau ada yang melihat ‘penampakanku’ di sabtu kemarin..? atau ada yang ingin ditanyakan seputar FA ? monggo komen dibawah....
Komentar
Posting Komentar